-->

Essay 2: Sukses Terbesar dalam Hidupku




 Essay 2: Sukses Terbesar dalam Hidupku

SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU

Bagi saya, tahun 2015 merupakan salah satu periode hidup dengan tantangan yang cukup besar, sehingga terpatri di dalam memori. Perspektif yang saya gunakan adalah sinergisme hidup: kombinasi antara tanggung jawab yang harus saya emban di rumah, di dalam komunitas kampus maupun kampung, sekaligus tanggung jawab terhadap diri saya sendiri sebagai seorang mahasiswa dengan aspek akademiknya. Periode tersebut adalah masa di mana saya menempuh semester 5-6-7 studi saya di Fakultas Adab dan Humaniora UIN SGD Bandung. Secara umum, ‘usia’ tersebut jelas telah lewat masa beradaptasi bagi mahasiswa dan telah memasuki fase senior. Begitu juga dilihat dari segi usia, saya mulai memasuki usia balita. Artinya, saya harus meluangkan porsi lebih banyak untuk berkontribusi bagi lingkungan. Tantangan yang tersaji saya jalani dengan semangat belajar, karena kesuksesan bagi saya adalah keberhasilan untuk menjalani proses dengan niat yang baik, sehingga diperoleh pembelajaran yang berharga.
                                                                                                   
Tantangan pertama adalah 2 PR besar saya di rumah. Pertama, dorongan dari orang tua yang kuat untuk meraih pendidikan di negeri orang. kedua dilingkungan Yayasan, Pondok pesantren sekaligus lembaga sekolah dengan melalui diskusi dan lobi yang cukup panjang, saya diamanahi untuk bergabung dalam tim kepengurusan Panti Asuhan Anak sekaligus Pondok pesantren. Ditambah lagi, saya teramanahi sebagai pengajarnya, bahkan banyak lulusan dari SMA yang ingin berkuliah dilingkungan yayasan tersebut. Sehingga mendorong saya untuk tetap meraih pendidikan sampai tingkat magister (S2). Hal ini menurut  saya merupakan tantangan yang cukup berat, semoga Allah mengkaruniai belajar magister di Brunei Darussalam dengan mengambil Jurusan Bahasa Arab.
 Bagi saya keluarga adalah suatu tim kerja utama yang menjadi tanggung jawab, sekaligus sumber energi. Pada periode ini, saya belajar banyak mengenai kedisiplinan, efisiensi waktu, dan konsistensi. Saya berusaha menjaga intensitas sekaligus kualitas waktu saya untuk keluarga. Walaupun pada prakteknya aturan ini terkadang masih terlanggar akibat urgensi beberapa agenda tertentu di luar rumah, namun saya merasakan bahwa dengan berusaha mendisiplinkan diri pada aturan tersebut, efisiensi kerja terpacu untuk meningkat, terutama efisiensi kerja terkait aktivitas di komunitas.
Turut terjun untuk aktif di komunitas merupakan pilihan saya sejak SMA. Hal baru yang saya hadapi di BEM adalah tanggung jawab sebagai pemimpin (dalam hal ini Kepala Departemen) dalam jangka waktu yang panjang (satu tahun). Artinya, saya bertanggung jawab mulai dari penyusunan ide hingga keseluruhan pertanggungjawaban departemen saya. Di samping itu, saya mengampu tanggung jawab bukan hanya sebagai Kepala Departemen, namun juga sebagai tim Pengurus Harian. Tantangan yang saya hadapi adalah banyaknya personil baru dalam tim (perlu membimbing adaptasi sekaligus memberikan kesan yang baik), serta diperlukannya inovasi baru dalam program kerja departemen. Tantangan tersebut sekaligus menjadi kekuatan, sebab personil baru dapat memberikan perspektif baru, jug ide-ide baru. Sementara di CCRC, saya mempelajari banyak sekali hal baru terkait bidang ilmu yang saya tekuni, yang tentu saja menuntut perhatian dan porsi waktu tersendiri. Di sini, saya banyak mengasah kemampuan untuk mengelola dan mengarahkan tim, ber-multi tasking namun fokus, dan menjadi fast learner.
Setelah berjuang melalui proses yang cukup panjang, dengan rahmat Tuhan tantangan di tahun 2010 ini dapat saya jawab dengan baik. Kondisi di keluarga terkendali, dan saya merasa sangat bersyukur dengan hasilnya. Sementara di komunitas, saya berhasil menutup lembaran dengan LPJ BEM dengan beberapa program baru, seperti lomba pidato Bahasa Jawa dan pembentukan komunitas debat, serta capaian yang cukup memuaskan di agenda lain. Dalam hal riset, saya berhasil menulis manuskrip publikasi pertama saya. Dan secara tak terduga, pencapaian pribadi saya juga terbilang cukup memuaskan, dengan IP yang terus mengalami peningkatan, serta pencapaian sebagai mahasiswa berprestasi peringkat 3 di Fakultas. Terlepas dari keberhasilan fisik yang dicapai, tahun tersebut sangat berkesan karena banyaknya ilmu dan pengalaman baru yang saya peroleh, yang ternyata sangat bermanfaat di kemudian hari.

0 Response to " Essay 2: Sukses Terbesar dalam Hidupku"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

-->