-->

Sastra Arab Masa Islam


Sastra Arab Masa Islam
1.    Sastra Arab Masa Islam
Bangsa arab mempunyai nilai sastra tinggi, terutama perhatian mereka tercurahkan pada ttradisi berpuisi yang berkembang subur di masa jahiliah. Islam datang dalam kependudukan bangsa arab membawa kemajuaan secara totalitas, baik bidang pendidikan, kehidupan social, sastra, budaya, terutama bidang bahasa mereka. Pada masa jahiliah sangat sulit untuk mempoisisikan keadaan pendidikan bangsa arab saat itu, di karnakan masalah pendidikan ditanggung langsung oleh keluarganya masing-masing, setiap anak mendapat pendidikan langsung dari ibu atau ayah mereka. Beda halnya dengan islam pada masa itu Rasululah Saw sudah memperhatikan pendidikan terutama memberatas buta huruf yang melanda bangsa arab yakni dengan memberikan pendidikan baca tulis kepada anak-anak muslim bagi para tawanan perang badar yang tidak mampu menebus diri dengan membayar sejumlah harta yang ditentukan agar masing-masing dari meraka mendapatkan kemerdekaan. Dalam bidang social banyak sekali perubahan yang dilakukan untuk mendobrak kebudayaan jahiliah yang miskin akan peradaban.
Islam datang memberikan cahaya kehidupan yang terang bagi bangsa arab terdahulu. Banyak sekali perubahan-perubahan yang ditawarkan islam dalam menata kehidupan bangsa arab secara global terutama dalam bidang bahasa yang mempunyai pengaruh besar didalamnya al -Quran sebagai kitab suci umat islam dan hadist nabi yang mempunyai posisi penting saat wafatnya nabi sebagai jalan keehidupan kedua.
Peran kepemimpinan rasullah bersama khalafaurasidin di bawah panji islam telah membawa bangsa arab kedalam bangsa yang mempunyai peradaban tinggi. Bangsa arab sudah di beri pengarahan mengenai konsep pendidikan, dalam bidang bahasa bangsa arab mendapatkan sumbangsih banyak pembendaharaan kata dalam al-Quran belum lagi konstribusi tambahan keilmuan keilmuan bahasa seperti ilmu nahwu, sharaf, ilmu qiroah dan sebagainya. Disampimg itu dalam bidang sastra islam memberi arahan kepada bangsa arab saat itu khususnya para penyair supaya sastra ditempatkan pada porsinya yang tepat, yakni untuk berdakwah, meenyeru kepada kebaikan dan menghilangkan fanatisme suku dengan puisi fkhr dan hija’ yang selalu membanggakan diri dan menghina orang lain.

2.    Pengaruh al-Quran
Ketika orang yunani mengklaim bahwa ilmu filsafat merupakan mukjizat tuhan tang diberikan kepadanya, maka bangsa arab mempunyai bahasa arab sebagai mukjizat yang tuhan berikan. Bahasa arab mempunyai nilai citra rasa yang tinggi dan sangat sulit untuk dicari tandingannya. Ketika melihat struktur dan gaya bahasanya , bahasa arab mempunyai keunggulan dengan bahasa yang ada dimuka bumi ini. Bahasa arab juga merupakan bahasa dunia yang masih bertahan sampai saat ini yang berasal dari rumpun bahasa semitik sebagai bahasa tertua didunia. Bahasa arab menjadi salah satu bahasa yang memiliki peradaban tinggi karena salah satunya merupakan bahasa al-Quran dan mendapat pengaruh besar dari kitab suci umat islam tersebut baik dari segi struktur, style dan pembendaharaan kata. Disamping itu al-Quraan memiliki nilai sastra tinggi yang menyebabkan kitab ini enak didengar kalau dibaca oleeh siapa saja.
Al-Quran merupakan kitab bahasa dan sastra terbesar hingga saat ini. pada masa turunya kitab ini banyak sekali kaum intelektual dan bangsawan arab yang masuk islam dikarnakan terperdaya oleh struktur bahasanya, keindahan uslubnya, retorika, dan ijaznya membuat bangsa arab takjub. Tidak hanya itu para penyair yang selalu memuja syair-syairnya dan dianggap ulama saat itu pun tersihir dan meninggalkan syairnya. Disebabkan ketakjubanya terhadap al-Quran, banyak sekali penyair meninggalkan syairnya, berhenti dari propesinya sebagai penyair dan berpindah untuk membaca Quran dan menghafalkannya. Kejadian ini terjadi pada labid bin rabia’h seorang penyair dari nasab mua’laqot yang dating kepada rasul untuk masuk islam bahkan karena keseriusannya masuk islam dan memplajari al-Quran ia enggan untuk bersyair lagi.
Al-Quran mempinyai konstribusi besar terhadap pengmbangan dan penyebaran bahasa arab. Al-Quran merupakan pemersatu lahjah-lahjah arab dalam lahjah Quraish. Juga qquran menjaga bahasa arab dari keruksakan, kemusnahan, dan menjadikan kekekalan bahsa arab. Tidak hanya itu quran juga menjadi media penyebarab bahasa arab keseluruh duni terutama pada daerah-daerah taklukan pasukan muslimin. Yang lebih penting lagi dari itu semua al –Quran menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya ilmu-ilmu bahasa dan sastra arab seperti; ilmu nahwu, shorof, ilmu lugoh, tafsir, Qiroah, ilmu uslub, balagoh dan sebagainya. Dengan lahirnya ilmu-ilmu tersebut bahasa rab menjadi lebih baik, mempunyai struktur dan sitematika yang jelas, terhindar dari kruksakan lahn, terutama berbaur dengan dialek azam dan perkawinan campur (mawali).
Bahasa dan sastra alquran menjadi popular, membumi dan memasyarakat diseeluruh kabilah arab terutama pada daerah-daerah yang telah dimasuki islam. Ketika mereka membacakan puisi-puisi dan berorasi politik masyarakat saat itu sangat terpengaruh olehnya. Dengan demikian bahasa al-Quran saat itu telh mempengaruhi bangsa arab secara totalitas dalam kehidupan mereka sehari hari. Disamping itu bahasa alquran telah membudidayakan masyarakat saat itu dan menjadi bahasa mashur untuk berkomunikasi dan berinteraksi diantara mereka. Dan ketika berkarya sastra imajinasi merekapun sangat terilhami olehnya.

3.    Perkembangan Puisi pada masa islam
Pandangan kaum orientalis yang menyatakan bahwa islam telah membawa keterpur ukan terhadap laju perkembangan sastra arab pada masa jahiliah, terutama genre puisi tidak berkembang malahan terkikis oleh adanya pengaruh quran dan hadist itu semua pandangan yang sangat berlebihan. Islam pada waktu itu hanya mengarahkan sastra terutama genre puisi dan para penyair kepada maksud dan cara yang baik untuk mempromosikan kebajikan, kearifan dan kemulyaan sesuai dengan koridor islam. Melihat puisi saat itu sebagai media yang baik untuk mempromosikan itu semua maka islam membatasi karya puisi dan karya sastra yang lainnya demi tujuan dakwah dan untuk kebaikan bersama..
Islam mem bolehkan genre puisi seperti madh yang ditunjukan untuk memuji kepada allah dan rasulnya, amsal yang mengandung pribahasa yang baik, puisi hikmah yang merupakan puisi nasehat untuk menyeru kepada kebaikan ataupun khutbah-khutbah yang mempunyai nilai moralitas tinggi. Disamping itu islam memandang buruk apabila puisi digunakan sebagai ajang saling mencela (puisi hija’) dan membanggakan diri (puisi fakher) dan menggembor hawa nafsu yang cendrung mnimbulkan permusuhan dan keruksakan.
Nabi Muhammad Saw mempunyai perhatian besar terhadap genre sastra puisi, ia sangat memuji puisi-puisi labid maupun umayah ibn abi salt yang menyeru pada moralitas, berbuat amal ma’ruf dan berbuat baik walaupun kepada orang non muslim. tidak hanya itu nabi menyuruh sahabat-sahabtnya yang ahli dalam bersyair untuk membela islam dengan karya-karyanya, melihat pada saat itu berperang tidah hanya menggunakan pedang tetapi besilat lidah dengan puisi sering dilakukan untuk memberi kecaman-kecaman pada musuh mereka masing masing. Maka lahirlah hasn bin sabit, kaab bin malik dan Abdullah bin ruwah sebagai penyair yang membela islam dengan karya-karyanya karena bagi mereka yang membela islam dengan senjata itu sudah banyak sedangkan yang membela islam dengan lisannya (puisi) sangat sedikit.
Umar bin khatob menganjurkan kepada anak-anak muslim untuk belajar puisi supaya menguasai bahsa arab dengan baik , begitu juga kepada orang-orang azam yang baru masuk islam dan belum memahami benar bahasa arab untuk belajar berpuisi jika ingin menguasai bahasa arab dengan baik.
Ibnu abbas seorang ahli tafsir dari kalangan sahabat menganjurkan kepada umat muslim untuk belajar syair arab karena dalam memahami makna teks dan konteks al-Quran dapat dirujuk pada puisi-puisi pra islam. Bahkan para khulafaurashidin sering membaca puisi untuk menyeru umat berbuat kebaikan atau memotivasi pasukannya ketika berperang. Bahkan muawiyah bin abu sofyan pernah berkata belajarlah puisi-puisi arab karena itu merupakan peningggaln nenek moyang kita.
Puisi pada masa islam menjadi sarana komunikasi yang baik dalam setiap aspek kehidupan masyarakat saat itu. Mengingat tradisi puisi bangsa arab sangat mengakar pada masa jahiliah, maka pada masa islam puisi dijadikan saran dakwah bagi para penyair islam untuk membela agama allah dan berjihad dijalanNya. Disamping itu puisi juga dijadikan sarana untuk beribadah yang ni dengan memberi pepatah (puisi hikmah) dan peribahasa (amsal) yang baik kepada oranglain juga memuji allah dan rasulnya, para kholfah, ulama atau tokoh yang mempunyai kedudukan penting dalam islam.
Sedangkan pada masa daulah umayah dan Abbasiah puisi mengalami pergeseran yang sangat jauh dengan masa rasuluah dan khulafaurasidin yakni budaya hedonism pada masa jahiliah muncul kembali, fanatisme suku sangat tinggi dan para penyair dijadikan alat oleh penguasa untuk mngukuhkan kekuasaannya, maka tidak aneh setiap daulah mempunyai penyair istananya masing-masing dan mempunyai forum tersendiri untuk membacakan puisi-puisi di istananya.


0 Response to "Sastra Arab Masa Islam"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

-->